« Home | Kabar Berbisik ( sebuah puisi) » | Juang dan Pikir (sebuah puisi) » | Intelektual XY (sebuah puisi) » | Aura Samudera II (sebuah puisi) » | Aura samudera I (sebuah puisi) » | Terpinang Senyum (sebuah puisi) » | Kraton Langit (sebuah puisi) » | Sabda Cinta (sebuah puisi) » | Panggilan Semesta (sebuah puisi) » | Menanti Bintang Jatuh ( sebuah puisi) »

Satu nama (sebuah puisi)

hanya satu nama
dapat kuingat saat ini
karena aku masih ragu
pada titipan nama yang lain

Hanya satu nama
yang dapat kugema
karena ialah yang selalu memangil
saat kuingin kembali pulang

Hingga mungkin nanti
masih akan tetap satu nama
karena cinta-Nya memagari diri
pada perzinahan dalam hati

Jogja, 15 februari 2006