« Home | Melodi kamar 3 x 3 (sebuah puisi) » | Citra Puteri (sebuah puisi) » | Tanyaku Pada Rasa (sebuah puisi) » | Romansa Cinta (sebuah puisi) » | Seniman Kereta (sebuah puisi) » | Kereta semu (sebuah puisi) » | Aral stasiun (sebuah puisi\) » | Keteladanan semut kecil (sebuah puisi0 » | idealisme dan bapak berkemeja putih (sebuah puisi) » | idealisme dan bapak »

Reinkarnasi rasa (sebuah puisi)

aku sekarang belajar percaya
pada sebuah kilah yang mengabaikan rasa
pada asumsi yang menuding cinta
pada manusia yang membunuh sayang

mereka mengingkari sebuah keagungan
mereka menenggelamkan kapal berbunga
menikam diri dan khianati rasa
padahal sepenggal asa ingin teriak

apakah salah rasa itu tersenyum?
apakah dosa jika ia disemai?
padahal yang kutahu rasa itu anugerah
yang selayaknya dibagi untuk sesama

sekarang coba kau diam
pejamkan mata dan panggillah malam menemanimu
tak usah kau ikut sertakan bulan dan bintang
agar kelam mengundang jujur

jangan biarkan malam berlalu
sebelum jawab menjumpaimu
karena perginya ia akan lahirkan
reinkarnasi rasa yang setelahnya entah milik siapa

jakarta, 17 februari 2006