« Home | RINDU KEBISUAN ( Sebuah Prosa Liris) » | HIDUP RINDU KEKASIH ( Sebuah Prosa Liris) » | TUHAN BERBISIK (Sebuah Puisi) » | Bisikan Deburan Ombak (Sebuah Puisi) » | CINTA ( Sebuah Prosa Liris) » | KEKASIH PURNAMA ( Sebuah Prosa Liris) » | Adelia, Kenangan Yang Hilang ( Sebuah Cerpen) » | MENGETUK NURANI BUNDA (Sebuah Cerpen) » | Zukenah........SEBUAH CERPEN » | CERPEN : DIARY DINDA »

Kecapi Tak Berdawai ( Sebuah Puisi)

Hening yang mencekam
berontak, teriak, tertawa lalu menangis
orang pasti akan heran
setan apa yang merasuki jiwanya
yang menganga

Oh... ternyata sebuah kepercayaan
tercabik-cabik
lukisan kemanisan
tercerai-berai
kecapi yang dulunya kusanjungi
tak mampu berbunyi
hingga satu-persatu pendengarnya
berlalu pergi

Teriakan mereka, cemohan mereka
tak mampu tertutupi
kecapi itu kini tak berdawai
melodinya tak mampu menyaingi teriakan mereka

Dengarkan kami...
suara itu kembali bergema
engkau dulu yang mengajarkan
kesucian kepercayaan memalui
gesekan dawai-dawaimu
engkau dulu yang kukagumi
karena kharismamu yang terpancar dibalik irama itu
tapi sekarang semuanya
melambaikan tangan
kecapi itu kini tak berdawai