« Home | SEKEPING HATI TERBELAH ( Sebuah Puisi ) » | SKETSA ( Sebua Puisi ) » | MUNAJAT KEFAKIRAN HAMBA ( Sebuah Puisi ) » | Dua Lelaki ( sebuah Puisi ) » | SEPOTONG ROTI ( Sebuah Puisi ) » | GALAU ( Sebuah Puisi ) » | MENANTI JAWAB ( Sebuah Cerpen ) » | CATATAN SEORANG HAMBA (Sebuah Cerpen) » | Kekuatan Persahabatan ( Sebuah Puisi ) » | IMAJIKU (Sebuah Puisi) »

SEKEPING HATI TERTAMBAT ( Sebuah Puisi )

Sekeping hati tertambat
Pada sebuah nama tak beraras
Dia perlahan terperangkap
dan selanjutnya mengharap iba

Sekeping hati tertambat
Dan selanjutnya merambat
Dia mengibaskan norma
Dan menuhankan nafsu
Menciptakan kubangan maksiat
Memburamkan kemurnian nama

Sekeping hati tertambat
Membisikkan luka pada dua anak manusia
Yang mengaku salah
Disaat noda telah bernanah

Makassar, 29 Oktober 2005